Indonesia kekurangan energi IT, peluang kerja di bidang ini sangat penting

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Tren pesat perkembangan digitalisasi di berbagai sektor termasuk dunia bisnis membuat Indonesia saat ini menghadapi kebutuhan yang sangat penting akan tenaga ahli di bidang teknologi informasi (TI). Orang-orang di bidang IT telah berhasil mencetak. Universitas masih belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan ini.

“Karena kurangnya insinyur IT di Indonesia saat ini, ada banyak kesempatan kerja di bidang IT,” kata Dr. Mujiono Sadiki MT, Kepala Departemen Ilmu Komputer di Universitas Mercu Buana. (UMB) Jakarta. Pada acara penutupan Pameran Jaringan Pintar, rencananya penelitian teknik komputer UMB akan dilaksanakan di Jakarta pada Sabtu (7 November 2020).

Mujiono mengutip data survei bahwa pada tahun 2030, Indonesia akan membutuhkan 27 juta insinyur komputer, atau rata-rata 1,7 juta insinyur komputer baru setiap tahun. Sayangnya, kapasitas perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) di Indonesia hanya mampu menyediakan 400.000 insinyur baru di bidang IT setiap tahunnya.

Baca: Dyandra meluncurkan platform aktivitas digital yang memenuhi fungsi video call privat — “Indonesia kekurangan insinyur komputer. Permintaannya masih besar. Oleh karena itu, mereka yang belajar di bidang ini tidak perlu khawatir tidak memiliki cukup pekerjaan. Ini Pameran kerja adalah salah satu skill set, ”kata Mujiono.

80 program lamaran mahasiswa

Mujiono menjelaskan bahwa pameran tersebut memamerkan 80 program lamaran mahasiswa yang memamerkan berbagai bidang. Siswa dapat melakukan perbaikan sesuai dengan minatnya (seperti memperbaiki tugas akhir). Ini adalah tujuan terendah dan paling dekat dengan tujuan kegiatan ini. Tujuan selanjutnya adalah menjadikan semua aplikasi mahasiswa yang dipamerkan menjadi aplikasi yang bisa digunakan di masyarakat untuk kepentingan komersial dan sosial “, ujarnya dalam perbincangan dengan Tribunnews, Selasa, 14 Juli 2020.

Baca: cloud berbasis ERP Manajemen memudahkan pengelolaan bisnis dari jarak jauh — tambahnya, kampus juga membantu penggalangan dana. Aplikasi yang dibuat mahasiswa UMB dinilai layak. ”UMB punya jurusan wirausaha, salah satu fungsinya adalah Promosikan karya komunitas universitas kita sehingga mereka memang pantas mendapatkan dana, “katanya .-” Kami akan memilih untuk menerapkan karya ini untuk didanai oleh kampus dan lembaga eksternal. Contoh aplikasi sukses siswa kami adalah aplikasi di bidang AI (kecerdasan buatan). Semula merupakan tugas mata kuliah mahasiswa, kemudian menjadi tugas akhir kampus, dan selanjutnya bisa menjadi sarana bisnis. Namanya Lena.ai, “Mujiono mencontohkan.

Katanya di akhir semester, UMB menggelar pameran lamaran kerja mahasiswa tahunan.” Kami akan mengirimkan undangan kepada alumni, setiap kali ada pameran ini. Undangan juga akan dikirim ke sponsor. Ia mengatakan: “Namun situasi pandemi saat ini merupakan kendala besar.” Jelas bahwa pandemi tidak akan menghambat kreativitas siswa. Fakta membuktikan, jumlah karya yang dipamerkan kali ini masih sangat banyak. Faktanya, ada lebih banyak pertunjukan dibanding tahun lalu. — Kami juga lebih ekonomis melalui tampilan digital. Mahasiswa tidak perlu membayar sewa booth. “Kata Mujiono.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan