WHO mempertahankan risiko menggunakan disinfektan tubuh

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization memperingatkan bahwa jika Anda langsung mengenai tubuh manusia, jangan menyemprotkan disinfektan berbahaya, seperti dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia Twitter Indonesia Indonesia, Senin (30/3/2020). WHO menulis bahwa desinfektan yang mengandung alkohol dan klorin yang disemprotkan pada tubuh manusia tidak akan membunuh virus yang masuk ke tubuh manusia.

“WHO menulis dalam sebuah pernyataan di Indonesia:” Harap diingat bahwa alkohol dan klorin dapat digunakan sebagai desinfektan permukaan, tetapi mereka harus digunakan sesuai dengan instruksi. -Baca: Tanggapan Walikota Bekasi terhadap implementasi Jakarta dari rencana karantina daerah-situs resmi Institut Teknologi Bandung, Senin (30/3) mengutip informasi tentang “penyebaran luas”. Ruang desinfeksi atau kamar digunakan di banyak gedung kantor.

Menurut catatan, penyemprotan desinfektan pada tubuh manusia, saluran pernapasan dan jalan tidak efektif.

Selain itu, penggunaan disinfektan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan, termasuk munculnya resistensi terhadap bakteri atau virus, terutama jika konsentrasi desinfektan yang ideal tidak digunakan.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memilih disinfektan yang aman dan efektif untuk ruang desinfeksi, karena dapat membuat disinfektan bersentuhan dengan kulit dan mata dan dapat dihirup”, tulis ITB dari Oktober 2019. Studi telah menunjukkan bahwa 73.262 perawat secara teratur menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan peralatan medis, yang memiliki risiko kerusakan paru-paru yang lebih tinggi. Paru-paru kronis: Penghirupan klorin dan klorin dioksida dapat sangat mengiritasi saluran pernapasan.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan