Layanan Kesehatan Standar Standar BPJS tidak kemudian dipelajari dari 20 Januari 2023

Tribunnews.com, Jakarta – Komite Jaminan Sosial Nasional (DJ) Tubagus Achmad Choesni mengatakan bahwa konsep kursus rawat inap (KRI) BPJS Standar Ketenagakerjaan belum dilaksanakan dalam waktu dekat. — Berdasarkan peraturan tentang peraturan pemerintah tentang urusan perumahan, No. 47 tahun 2021, Tubagus mengatakan bahwa konsepnya tidak terlambat dari 1 Januari 2023.

“Pasal lebih penting Bagian 84 huruf B. Kelas standar B. Layanan rawat inap perlahan-lahan diterapkan pada 1 Januari 2023, “kata Tubagus dalam rapat kerja anggota komite di Komite Rabu (17/3/2021). – – – – – di PP, Tubagus menjelaskan bahwa itu akan menjadi 60% dari tingkat medis 60% BPJS Pemerintah Rumah Pemerintah. – Meskipun di rumah sakit swasta, ia mengatakan bahwa angka ini tidak sebesar rumah sakit pemerintah. Artinya, hanya 40% rumah sakit yang memiliki kamar.

— Rumah sakit pemerintah, pusat dan regional akan memiliki 60% dari rawat inap standar. Kemudian rumah sakit swasta 40%, “katanya. – Tapi sekarang, Tubagus mengatakan bahwa DJSN terus memeriksa kursus rawat inap standar. Saya suka menyesuaikan tingkat penyesuaian rumah sakit untuk adaptasi kontribusi kesehatan BPJS.

–” Jadi, ini adalah rawat inap standar, jadi jika tarif pajak rumah sakit dan penyesuaian disesuaikan. Ini menganggap penggunaan layanan kesehatan yang digunakan, terutama dalam pengeluaran operasional. Setelah itu, kami percaya akan menyesuaikan keberlanjutan program JKN, “kata Tubagus.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan