Mendorong substitusi impor, Dexa Group memenangkan Penghargaan Industri Inovasi 2020

Laporan reporter Tribunnews, Fitri Wulandari

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor bahan baku farmasi yang menyumbang lebih dari 90% impor.

Pemerintah menggalakkan pengembangan obat-obatan Modern Primitive Indonesian (OMAI)) yang memanfaatkan kekayaan keanekaragaman hayati.

Hal ini tentu saja untuk mendorong substitusi impor.

Lihat juga: OMAI gagal mendapatkan rujukan JKN, Menristek meminta Kementerian Kesehatan untuk mengubah Permenkes 54/2018

Gunakan bahan baku nabati untuk mengembangkan OMAI dalam bentuk obat nabati atau obat, pemerintah, perguruan tinggi dan industri Kerja sama antar dunia (triple helix) diperlukan untuk terciptanya knowledge economy .

Lihat juga: Menkes Terawan: Omai masuk JKN untuk penertiban impor APIs-sebagai salah satu peserta industri farmasi , Dexa Group juga terlibat dalam pengembangan dan produksi. Produksi obat tumbuhan.

Raymond Tjandrawinata, direktur eksekutif Pusat Penelitian Ilmu Biomolekuler, menekankan komitmen partai untuk mendukung rencana tersebut, dan Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) ) Terus setuju dengan ini. Raymond mengatakan Selasa (11/10/2020).

Ia melanjutkan menjelaskan bahwa dalam penelitian dan pengembangan terkait OMI, pihaknya menggunakan penelitian farmakologi, yang memanfaatkan ‘melimpahnya Indonesia’. Keanekaragaman Hayati. Volume impor dapat dikurangi melalui penelitian farmakologi. Raymond menjelaskan, penelitian ini menggunakan tumbuhan dan hewan sebagai obat serta memanfaatkan keanekaragaman hayati yang diwariskan nenek moyang kita.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan