Tidak ada gejala khusus dari kolesterol tinggi, jadi Anda perlu menjalani pemeriksaan rutin.

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ahli Jantung dan Vaskular, PhD. Firizkita Dewi Sp.JP mengatakan jika seseorang merasa pusing atau perih akibat kolesterol (yang umumnya diketahui masyarakat) harus segera mencari pertolongan medis.

Hiperkolesterolemia tidak memiliki gejala khusus, sehingga pemeriksaan kesehatan rutin diperlukan.

Ketika Anda pergi ke dokter dan memeriksa kadar kolesterol, dokter akan memutuskan apakah akan masuk ke dalam kelompok ringan, berat atau tinggi untuk melanjutkan pengobatan. Biasanya dokter akan menginstruksikan pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti terlebih dahulu mengatur pola makan dan olahraga. Kata dokter, Dewi tinggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina di Instagram (Jumat) (29/5/2020) -Baca: Cara Mencegah Kolesterol Tinggi, Mengatur Pola Makan dan Memulai Hidup Sehat -Jika Gaya Hidup Berubah Dalam Dua Bulan Setelah kolesterol turun, dilanjutkan dengan pola hidup agar pasien dapat menggunakannya secara konsisten. Sejak dikontrol selama dua bulan, kolesterol tidak menurun, sehingga ia harus menyesuaikan dosis atau menambah obat hingga kolesterol mencapai normal. Jika bisa tercapai, bisa dikontrol dalam tiga bulan ke depan. Dewi .

Sementara itu, Dokter. Dewi menuturkan, kolesterol ini bisa disebabkan oleh faktor pola makan yang tinggi lemak, minyak, dan garam, atau bisa juga karena faktor genetik. -Kolesterol terlalu tinggi dan tidak terkontrol, yang dapat menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, yang menyebabkan penyakit arteri koroner. Ini dikenal sebagai salah satu penyakit Silent Kiel.

“Kolesterol mungkin gejalanya, tali bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, jadi silent Kiel mungkin bergejala, tapi kalau ada gejala berarti mengganggu keseimbangan. Tubuh kita”, tutup dokter. dewi.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan