Implementasi Protokol untuk Melindungi Kesehatan Anak Sekolah

Laporan Reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mendorong budaya hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru bagi semua pihak, terutama anak-anak. , Harus diterapkan. — Hal ini penting karena anak-anak seringkali kurang memahami situasi pandemi yang mereka hadapi, sehingga mereka mengabaikan perilaku sehari-hari dalam hidup bersih dan sehat. Penting juga untuk memfokuskan pada manajemen epidemi untuk mendorong pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat, dan untuk melindungi kesehatan anak.

Jangan abaikan perjanjian perlindungan kesehatan anak, terutama dalam kegiatan sehari-hari anak (seperti sekolah, bermain, dan berkreasi. Selama pandemi, IBL terlebih dahulu mengadakan kegiatan simulasi perjanjian kesehatan, yang isinya sebagai berikut: Baca: Ulan Guritno mengancam putrinya jika berani melawan saat pandemi,

“Orang tua, keluarga dan sekolah, kata Caroline di Jakarta belum lama ini:” Pihak yang paling dekat dengan anak harus memastikan bahwa anak Aspek keselamatan berperan. “- Tema webinar yang dibawakan oleh Secora Pelita Harapan (SPH) dan Silom adalah” Kesehatan, Kebiasaan, Harapan “:” Kesehatan untuk anak, keluarga dan sekolah ” Kepada masyarakat khususnya kepada orang tua.

Caroline menyampaikan bahwa selain peran lingkungan sekitar, pendidikan orang tua dan guru pada anak juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Mencegah penyebaran virus. Anak harus melahirkan dengan benar Untuk memahami bahaya pandemi saat ini .

Baca: Strategi Mengatasi Ketidakpastian dalam pandemi Covid-19

“Virus berbahaya mulai dari edukasi seberapa serius situasi ini. Kata Caroline, pendidikan Sama pentingnya bagi anak-anak untuk menjaga dirinya sendiri.

Leave a comment

login s128_sabong ayam judi taruhan_adu ayam judi taruhan